MENGAPA DALAM SYAHADAD DIUCAPKAN AKU PERCAYA, BUKAN SAYA, KAMI ATAU KITA PERCAYA?
Aku percaya akan Allah Bapa Yang Maha Kuasa, Pencipta langit dan bumi. Ada pertanyaan mengapa diucapkan aku bukan saya, kami atau kita percaya. Berikut ini penjelasannya.
1. Diucapkan aku, bukan saya percaya
Kata aku dan saya memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai kata ganti orang pertama tunggal. Kata saya merupakan bentuk yang lebih hormat, sebab istilah saya berasal dari kata sahaya yang berarti hamba, abdi atau budak. Kata saya umumnya diucapkan oleh orang yang kedudukannya lebih rendah dari pada lawan bicaranya. Sedang kata aku dipakai oleh orang yang sudah akrab hubungannya dengan lawan bicaranya dan menunjukkan kedirian orangnya. Kata saya menunjukkan hubungan struktural - vertikal, sedangkan kata aku tidak. Maka dalam syahadad diucapkan aku dan bukan saya percaya sebab syahadad iman itu tidak ditujukan kepada Tuhan (hubungan vertikal) tetapi kepada sesama (hubungan horizontal). Di hadapan dan kepada orang lain, aku (diriku sendiri) mengatakan rumusan imanku.
2. Diucapkan aku, bukan kami percaya
Kata aku adalah bentuk tunggal dari kata ganti orang pertama, sedang kata kami adalah bentuk jamaknya. Bila dipakai kata kami percaya berarti rumusan iman itu diucapkan oleh sekelompok orang, atau bila diucapkan oleh seseorang mengandaikan rumusan itu diterima dan diucapkan oleh orang tertentu yang tergabung dalam satu kelompok tertentu. Memang benar syahadat itu diakui oleh sekelompok orang tertentu, yaitu umat Kristen. Tetapi dengan berkelompok, orang menjadi lebih berani daripada sendirian. Keberanian sejati adalah keberanian yang muncul dari diri sendiri dan berani menghadapi tantangan sendirian. Maka syahadad itu diucapkan dengan aku dan bukan kami percaya, berarti aku sendiri berani menyatakan/menunjukkan rumusan imanku dihadapan orang lain.
3. Diucapkan aku, bukan kita percaya
Bila syahadad diucapkan kita percaya berarti lawan bicara termasuk orang yang setuju dengan apa yang diucapkan. Padahal tidak semuanya adalah orang yang seiman. Banyak orang lain yang mempunyai kepercayaan lain karena banyak kepercayaan yang berbeda satu dengan yang lain. Maka dengan nengucapkan aku dan bukan kita percaya, dengan jelas menunjukkan manakah iman kepercayaaku itu. Yang mungkin justru berbeda bahkan bertentangan dengan kepercayaan orang lain. Tetapi aku berani menunjukkan/mengatakan kepercayaanku.
Sumber : Tanya Jawab Syahadad Iman Katolik - RD Alex I. Suwandi.





Komentar
Posting Komentar