Santo Kristoforus, Pelindung Pengendara Bermotor

Tahukah Anda sosok Santo Kristoforus?

Bagi Umat Katolik tentu sudah tak asing dengan namanya. Mendengar nama Kristoforus, Umat Katolik akan diingatkan pada sosok yang memikul Yesus. Predikat ini dikenakan pada Kristoforus berdasarkan sebuah kisah kuno yang berkembang sekitar abad pertengahan.

Kisah itu menyatakan Kristoforus berasal dari Kanaan, Palestina. Kristoforus adalah seorang pemuda gagah berbadan besar dan kekar. Masa mudanya diisi dengan upaya untuk mencari dan bertanya tentang orang yang paling kuat dan paling berkuasa agar bisa diikutinya. Cita-citanya hanya mau melayani orang paling kuat dan berkuasa di dunia ini.

Dia tahu raja adalah orang paling kuat dan berkuasa karena dikawali oleh banyak tentara yang terlatih. Oleh karena itu, dia lalu menjadi pelayan sang raja. Tak lama kemudian dia lalu meninggalkan raja, karena dia melihat raja bersama pengawalnya yang kuat perkasa itu takut kepada setan.

Maka dia kemudian mengabdi setan, yang dianggapnya paling kuat dan berkuasa di atas manusia. Suatu kali dia bepergian bersama setan.  Di tengah jalan, setan tuannya itu gemetar ketakutan tatkala melihat sebuah salib yang ditanam di pinggir jalan. Kristoforus jengkel dan lalu pergi meninggalkan setan tersebut.

Pengalaman itu membuatnya kembali berkelana untuk menemukan dia yang terkuat agar bisa diikutinya. Dalam pengembaraannya, Kristoforus tiba di pinggir sungai yang cukup lebar dengan arus yang deras. Karena sikapnya yang sangat peduli, dia memutuskan untuk membuat gubuk di pinggir sungai itu dan tinggal di situ. 

Tugasnya di situ adalah membantu setiap orang yang mau menyeberang, namun takut akan derasnya aliran sungai. Kristoforus tidak takut karena badannya yang tinggi, besar dan kuat. Dengan itu, dia bisa segera membantu siapa saja yang kesulitan menyeberangi sungai itu. Dia menunjukkan sikap peduli dan rela berkorban. Dengan pekerjaan itu juga dia memperoleh makna.

Suatu hari, datanglah seorang anak kecil meminta diseberangkan. Kristoforus segera mengangkat bocah itu dan memikulnya ke seberang. Semula bocah itu terasa ringan, lama-kelamaan terus saja bertambah beratnya, sampai dia tak sanggup lagi meneruskan perjalanannya bersama bocah itu. Pada saat itulah, bocah ini berkata: "Akulah Yesus, Tuhan semesta alam dan Raja yang paling kuat dan berkuasa. Hanya kepada-Ku sajalah seharusnya manusia itu mengabdi."

Semenjak itu Kristoforus memutuskan untuk menjadi abdi dan pelayan Yesus. Dia bertobat dan pergi ke Lycia. Di sana dia mewartakan Injil dan mempertobatkan banyak orang sebelum kematiannya.

Kristoforus dikenal luas di kalangan umat sebagai penginjil dan martir. Kristoforus-yang berarti 'Pemikul Kristus'-mati sebagai martir di Lycia, Asia Kecil pada masa pemerintahan kaisar Decius (249-251).

Karena inilah, Santo Kristoforus biasanya digambarkan sebagai seorang pria tinggi sedang memikul seorang anak kecil di pundaknya. Santo Kristoforus dikenal sebagai santo pelindung perjalanan yang aman. Banyak orang memakai medali St. Kristoforus untuk meminta bimbingannya selama perjalanan, termasuk perjalanan dalam hidup sehari-hari. Ada yang menempelkan pin pelindung St. Kristoforus di mobil atau motor mereka sebagai bentuk permohonan di sepanjang perjalanan. 

Dari kisah tersebut, inilah nilai dan teladan Santo Kristoforus 

  1. Kristoforus sebagai Pelayan Yesus
  2. Kristoforus yang peduli dan rela berkorban. Sikap peduli dan rela berkorban adalah nilai-nilai utama warisan Santo Kristoforus. 
  3. Kristoforus menjelajah tanpa henti untuk menemukan kebenaran dan pengetahuan.
  4. Kristoforus sebagai pembawa orang untuk menyeberang. Melakukan karya mulia untuk membawa orang menyeberangi kebodohan dan kemiskinan menuju pengetahuan dan kehidupan yang lebih baik. Ada kelegaan ketika orang mengalami dibopong untuk melewati sungai beraliran deras bernama kebodohan dan kemiskinan itu. Betapa bahagia perasaan hati ketika berada di seberang meraih harapan.
  5. Kristoforus pemberi “rasa aman dan tenteram”. 

Komentar

Postingan Populer