Doa Ampuh untuk Kebijaksanaan dan Pengambilan Keputusan

Setiap orang menghadapi momen penting dalam hidupnya ketika harus membuat keputusan besar—baik itu tentang pekerjaan, keluarga, pelayanan, maupun masa depan. Dalam situasi ini, manusia sering merasa bimbang, takut salah, atau bahkan lumpuh dalam kebingungan. Gereja Katolik mengajarkan bahwa dalam semua situasi seperti ini, umat beriman diajak untuk bersandar pada Tuhan melalui doa. Doa yang memohon kebijaksanaan dan terang Roh Kudus bukan hanya memberikan ketenangan batin, tetapi juga membuka hati untuk mendengarkan kehendak Allah.

Makna Kebijaksanaan dalam Tradisi Katolik

Kebijaksanaan (Sapientia) adalah salah satu dari tujuh karunia Roh Kudus (bdk. Yesaya 11:2-3). Dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK 1831), kebijaksanaan disebut sebagai karunia yang membuat seseorang mampu melihat segala sesuatu dalam terang Allah dan untuk mengarahkan hidupnya menurut kehendak-Nya. 

Maka, ketika kita berdoa memohon kebijaksanaan, kita bukan sekadar minta "pandai", melainkan minta agar mampu berpikir, merasakan, dan bertindak seperti yang dikehendaki Allah.

Kebijaksanaan adalah sebuah keutamaan yang menghubungkan tindakan kita dengan kenyataan; orang yang bijaksana adalah orang yang melihat segala sesuatu seperti apa adanya. Didasari hubungan dengan kenyataan yang ada, kebijaksanaan menuntun kita untuk memilih cara yang cocok untuk menghasilkan hasil akhir yang baik, dan untuk melaksanakan hal tersebut. Inilah yang dikatakan, bahwa kebijaksanaan tidak menerima semua hasil yang baik saja. Santo Josemaria pernah berkata “ kita perlu untuk selalu bertanya pada diri kita sendiri akan: kebijaksanaan, untuk apa?” Dan kita menjawab : untuk mencintai Tuhan dan sesama kita pria dan wanita. Sama halnya dengan yang dituliskan oleh Santo Agustinus, “Kebijaksanaan adalah cinta yang membedakan dengan baik antara apa yang membantu dan apa yang menjauhkan kita dalam usaha kita berjalan menuju pada Allah.”

Dalam studinya yang cermat tentang keutamaan akan kebijaksanaan, Santo Thomas Aquinas membedakan di dalamnya tiga tindakan: mempertimbangkan, memutuskan dengan benar, dan memerintah. Dua yang pertama hanya terjadi pada akal budi kita, yang ketiga, sebaliknya, menuntun kita pada sebuah tindakan.

Doa Ampuh Memohon Kebijaksanaan dan Bimbingan dalam Pengambilan Keputusan

Berikut adalah salah satu doa klasik yang dapat diandalkan ketika menghadapi keputusan besar:

Doa Santo Thomas Aquinas Sebelum Belajar atau Memutuskan

"Pencipta yang tak terlukiskan, yang dari perbendaharaan kebijaksanaan-Mu telah menunjuk tiga hierarki Malaikat dan menempatkan mereka dalam tatanan yang mengagumkan, tinggi di atas surga, dan telah mengatur berbagai bagian alam semesta dalam susunan yang begitu mengagumkan. Dikau yang disebut Sumber Cahaya Sejati dan Prinsip Kebijaksanaan yang sangat unggul, berkenanlah memancarkan seberkas cahaya-Mu ke dalam kegelapan pikiranku dan mengusir dariku kegelapan ganda berupa dosa dan ketidaktahuan, yang di dalamnya aku dilahirkan.
Engkau yang membuat lidah anak-anak kecil fasih, bentuklah kata-kataku dan curahkanlah ke bibirku rahmat berkat-Mu. Berilah aku ketajaman untuk memahami, kemampuan untuk mengingat, metode dan kemudahan dalam belajar, kehalusan dalam penafsiran, dan rahmat ekspresi yang melimpah.
Aturlah permulaannya, arahkanlah kemajuannya, dan sempurnakanlah pencapaian pekerjaanku. Engkau yang adalah sungguh Allah dan sungguh Manusia, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin."

Doa ini mencerminkan semangat rendah hati seorang murid yang sadar bahwa segala kebijaksanaan sejati berasal dari Tuhan, bukan dari diri sendiri.

Contoh Doa Lain: Doa kepada Roh Kudus

Datanglah, Roh Kudus 
Datanglah, Roh Kudus,
penuhilah hati umat-Mu
dan nyalakanlah di dalamnya api cinta kasih-Mu.
Utuslah Roh-Mu, maka semuanya akan diciptakan
dan Engkau akan membaharui muka bumi.
Ya Allah,
yang telah mengajar hati umat-Mu dengan penerangan Roh Kudus,
berilah kami dengan Roh yang sama
kebijaksanaan sejati dan sukacita dalam penghiburan-Nya.
Dengan pengantara Kristus, Tuhan kami. Amin.  
(Doa tradisional Gereja Katolik)

Doa ini sering diucapkan sebelum mengambil keputusan penting, memulai retret, atau sebelum sinode dan rapat-rapat penting di Gereja.

Nasehat dari Kitab Suci

Kitab Suci juga memberikan dasar yang kuat untuk berdoa mohon kebijaksanaan:

  • “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, --yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit--,maka hal itu akan diberikan kepadanya. (Yakobus 1:5)

  • “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:5-6)

Berdoa untuk kebijaksanaan dan pengambilan keputusan bukanlah tindakan pasif, melainkan bentuk keterbukaan terhadap kehendak Allah. Dalam keheningan doa, kita menyadari bahwa Tuhan menyertai kita dalam setiap langkah hidup. Ketika kita berserah diri dengan iman dan kerendahan hati, keputusan yang kita ambil akan mencerminkan kehendak-Nya yang membawa damai.

Referensi:

  1. Kitab Suci: Yesaya 11:2-3; Yakobus 1:5; Amsal 3:5-6

  2. Katekismus Gereja Katolik (KGK) no. 1831

  3. Doa Santo Thomas Aquinas (dikutip dari Prayers of Aquinas)

  4. Doa Tradisional Katolik kepada Roh Kudus

Komentar

Postingan Populer